Direktur Program Pascasarjana Unhas Jadi Pemateri Kuliah Umum Semester Ganjil TA. 2024/2025

Direktur Program Pascasarjana Unhas Jadi Pemateri Kuliah Umum Semester Ganjil TA. 2024/2025

Ratusan mahasiswa memadati Gedung MCC untuk mendengarkan kuliah umum yang dibawakan oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M Med.Ed. Agile Learner menjadi tema utama yang diangkat pada kuliah umum semester ganjil tahun akademik 2024/2025 UMPalopo yang diselenggarakan pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Prof. Dr. H. Suahrdi M. Anwar, M.M., CIQaR selaku Rektor UMPalopo dalam sambutannya berpesan dengan hadirnya Permendikbudristek No 44 Tahun 2024 Tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen akan sangat signifikan mengubah model pengelolaan perguruan tinggi. “Tentu ini akan menjadi tantangan yang membutuhkan energi serta kemampuan adaptasi yang baik. Oleh karena itu saya berpesan mulai dari mahasiswa sampai rektorat untuk bersama-sama membangun kerjasama, harmonisasi terjaga agar amanat pemerintah tersebut dapat kita laksanakan sehingga eksistensi perguruan tinggi kita dapat berlanjut dengan baik”, tutupnya.

Agile learner yang diangkat menjadi tema pada kuliah umum tahun ini sudah menjadi keharusan dalam menghadapi perkembangan zaman. Berdasarkan materi yang disampaikan oleh Prof. Budu, agile leraner dapat diartikan sebagai seseorang yang belajar dari pengalaman akan dengan cepat dan fleksibel mampu bergerak dengan lancar melalui berbagai tugas kerja dan pengalaman karier.

“Di zaman yang penuh disrupsi ini, kemampuan seperti itu (agile) tentu dibutuhkan, kelincahan menghadapi perubahan, menghadapi segala macam tuntutan, perkembangan baru yang tiba-tiba muncul. Ini penting dan harus melekat di era saat ini”, ujarnya.

“Sementara itu, untuk menciptakan peserta didik (mahasiswa) yang agile tentu membutuhkan tenaga pendidik (dosen) yang juga memiliki agile. Hal itu bisa dilakukan dengan membantu peserta didik untuk berkembang dengan efektif, berdaya guna, serta tepat sasaran. Berikan pemahaman mendalam tentang pola pikir melampaui sensasi media sosial, memberikan solusi dalam mengatasi pola pikir yang statis, serta mengikuti pola pikir peserta didik dan kembangkan pola pikir yang bersifat praktis”, tambahnya.

Kemudian Prof. Budu juga menekankan di era teknologi ini, dalam pandangan Islam ada beberapa hal yang tidak dapat ditiru oleh teknologi yaitu kemampuan untuk beribadah serta kemampuan untuk berpikir dan berakhlak. “Ciri atau pembeda learning agility kita di Muhammadiyah adalah tetap humanis di era digital karena itulah yang akan menjadi penangkal terhadap dampak buruk di era digital ini”, jelasnya.

Di akhir materinya, Prof. Budu berpesan agar universitas janganlah hanya melahirkan sarjana, tapi juga sarjana yang sujana yaitu seorang Budiman yang unggul otaknya dan mulia hatinya.

Selain kuliah umum juga diumumkan peraih nominasi dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa berprestasi sepanjang tahun akademik 2023/2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *