Sejarah

Badan amal usaha Muhammadiyah Palopo yang bergerak dalam bidang pendidikan Perguruan Tinggi memiliki tiga kampus yaitu Kampus STIE Muhammadiyah Palopo, Akbid Muhammadiyah Palopo dan STKIP Muhammadiyah Palopo yang berada dalam satu kawasan dan terletak di Jalan Binturu Km. 3 (Ex. Jalan Jend. Sudirman), Palopo.

Perguruan tinggi pertama terbentuk pada saat itu yaitu Kampus STIE Muhammadiyah Palopo atau masyarakat biasa menyebutnya dengan STIEM Palopo yang terbentuk pada 9 Agustus 1986 atas dasar rekomendasi dari Koordinator Kopertis Wilayah IX dengan Nomor 344 Tahun 1986. Pada 15 Mei 1989 terbit SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0291/0/1989, tentang status terdaftar jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dengan program studi (prodi) Ekonomi Pertanian kemudian dengan adanya keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 140/Dikti/Kep. 92 tertanggal 28 April 1992 maka Pimpinan STIE Muhammadiyah Palopo merubah nama Ekonomi Pertanian menjadi Ekonomi Pembangunan.

Dengan melihat kemajuan STIEM Palopo, salah satu pimpinan Muhammadiyah Palopo yaitu dr. H. Abubakar Malinta, S.Ked merintis satu perguruan tinggi swasta yang merupakan hasil dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari segenap pimpinan dan warga persyarikatan Muhammadiyah Palopo berupa akademik kebidanan Muhammadiyah yang disingkat menjadi Akbid Muhammadiyah Palopo pada 3 Agustus 2006 dengan Nomor SK PT 2625DT2008 dan tanggal SK yaitu SK PT 11 Agustus 2008.

Setelah berdirinya dua Perguruan Tinggi Swasta Muhammadiyah yaitu STIE Muhammadiyah Palopo dan Akbid Muhammadiyah Palopo serta didasari atas adanya rasa keprihatinan eksternal dan internal, pimpinan Muhammadiyah Kota Palopo melakukan studi kelayakan untuk mendirikan satu perguruan tinggi swasta yang bergerak dibidang keguruan dan kependidikan yaitu STKIP Muhammadiyah Palopo. Pada 12 November 2015, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Palopo bersurat kepada Kopertis Wilayah Sulawesi IX untuk meminta rekomendasi pendirian STKIP Muhammadiyah Palopo sebagai konsekuensi adanya perubahan mekanisme pendirian perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah melakukan percepatan presentasi atas beberapa prodi maka Kopertis Wilayah Sulawesi IX memberikan rekomendasi Nomor : 809/K9/KK.02/2015 tanggal 25 Februari 2015.

Atas berkat dukungan yang sangat besar dari seluruh keluarga besar Muhammadiyah khususnya STIE Muhammadiyah dan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Palopo dan seluruh anggota Tim, maka melalui mekanisme online Proposal Pendirian STKIP Muhammadiyah Palopo dinyatakan layak dilakukan visitasi lapangan.

Sehingga pada tanggal 30 Desember 2016 STKIP Muhammadiyah Palopo resmi berdiri dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 203/KPT/I/2015. Yang juga ditetapkannya 30 Desember 2016 sebagai sebagai hari Milad STKIP Muhammadiyah Palopo. Penandatanganan Prasasti peresmian dilakukan oleh Prof. Dr.H. Suyatno, M.Pd. selaku ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tanggal 29 Maret 2016 bertepatan dengan Pembukaan Musyawarah Daerah Ke-03 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Palopo.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan dari ketiga perguruan tinggi Muhammadiyah Palopo maka berdasarkan hasil diskusi dan keinginan dari seluruh dosen, mahasiswa dan juga dukungan penuh Persyarikatan Muhammadiyah maka ketiga perguruan tinggi tersebut ingin melebur menjadi satu menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo.

Terbentuknya Universitas Muhammadiyah Palopo tidak terlepas dari buah pikir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Palopo pada periode-periode sebelumnya, sejarah munculnya keinginan untuk membentuk Universitas Muhammadiyah Palopo yaitu pada periode kepemimpinan H. Jabbar Hamseng, SH., MH. (2005 s.d. 2010)  pada kesepakatan rapat mengamanahkan dr. H. Abu Bakar Malinta sebagai Ketua Panitia Pendiri dan Bapak Salju, SE., MM. Sebagai Sekretaris pada saat itu namun dikarenakan  minimnya tenaga, sumber daya dosen serta beberapa aspek yang lain pada saat itu sehingga proses pengurusannya pun belum membuahkan hasil sampai periode kepengurusan PDM Palopo saat itu selesai.

Dengan melihat segala potensi yang dimiliki oleh Tiga Perguruan Tinggi serta dukungan dari sumber daya dan aspek-aspek yang lain maka motivasi untuk melebur ketiga perguruan tinggi menjadi satu yaitu Universitas Muhammadiyah Palopo maka semua komponen Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Dr. M. Tahmid Nur, M.Ag. Selaku Ketua dan H. Jabbar Hamseng Selaku Ketua BPH PTM Palopo serta seluruh unsur pimpinan perguruan tinggi mengadakan rapat pembentukan panitia pendirian Universitas Muhammadiyah Palopo dan mengamanahkan Dr. Salju, SE., MM. Sebagai Ketua pendiri, Dr. Sapar, SE., M.Si. Sebagai Sekretaris dan Dr. Hadi Pajarianto, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai Wakil Sekretaris serta Tim Borang. Tim ini bekerja  semaksimal mungkin sehingga proses perintisannya pun berjalan dengan baik dan tidak  memakan waktu yang begitu lama.

Dilihat dari kondisi ketiga kampus maka ada beberapa aspek utama yang diharuskan untuk memenuhi syarat dalam mendirikan universitas yaitu aspek keuangan, aspek hukum dan aspek sumber daya manusia dan umum.  Setelah diverifikasi oleh tim Kemenristek-Dikti maka ketiga aspek tersebut memenuhi syarat seperti kelembagaan dan legalitas asset, lahan kampus yang bersertifikat hak milik atas nama Persyarikatan Muhammadiyah, tenaga dosen yang memenuhi syarat dan jumlah prodi yang memadai.

Pada tanggal 18 Februari 2019, ketiga perguruan tinggi Muhammadiyah Palopo resmi melebur dan menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo yang ditandai dengan terbitnya SK Nomor : 112/KPT/I/2019. Bersamaan dengan terbitnya SK tersebut, maka Universitas Muhammadiyah Palopo juga resmi menambah beberapa program studi sarjana yaitu Farmasi, Ilmu Kelautan, Penyuluh Pertanian dan program studi pascasarjana Magister Manajemen.

Ketiga perguruan tinggi Muhammadiyah secara resmi melebur menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo, maka ketiga perguruan tersebut menjadi tiga fakultas dengan dua belas program studi  yaitu ; (1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terdiri dari Prodi Akuntansi (S1), Prodi Manajemen (S1), Prodi Ekonomi Pembangunan (S1), (2) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki Prodi Penjaskesrek (S1), Prodi Pendidikan Guru PAUD (S1), Prodi Bimbingan dan Konseling (S1), Prodi Bahasa Inggris (S1), (3) Fakultas Kesehatan, Pertanian dan Kelautan (FKPK) terdiri atas Prodi Penyuluhan Pertanian (S1), Prodi Ilmu Kelautan (S1), Prodi Farmasi (S1), Prodi Kebidanan (D-3), dan Program Pascasarjana Prodi Magister Manajemen (S2).

hacklinkzhacklink satın alhacklink alhacklink panel