Seminar Lingkungan Hidup oleh KKN-T dan Asistensi Mengajar UMPalopo Posko XVII Desa Karang-Karangan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik dan Asistensi Mengajar Universitas Muhammadiyah Palopo Posko XVII Desa Karang-Karangan mengadakan seminar lingkungan hidup pada Rabu, 21 Februari 2024 di Balai Pertemuan Desa Karang-Karangan.

Seminar ini merupakan salah satu program kerja inti pertama dari mahasiswa KKN-T dan Asistensi Mengajar UMPalopo Posko XVII Desa Karang-Karangan. Dalam sambutannya, Muh. Takwa Purnama selaku Koordinator Desa menyampaikan bahwa berdasarkan hasil observasi teman-teman Posko XVII Desa Karang-Karangan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yaitu masalah sampah sehingga diputuskan untuk mengadakan Seminar Lingkungan Hidup dengan tema Memberikan Edukasi Kepada Mayarakat Tentang Penanganan Sampah di Desa Karang-Karangan. “Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, setelah kegitan seminar ini kami akan berupaya melakukan pengadaan tempat sampah sebanyak 50 tempat sampah yang akan kami sebar di setiap dusun dan titik-titik tertentu,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Karang-Karangan, Asbar Idrus berharap dengan adanya seminar lingkungan hidup yang diadakan oleh mahasiswa KKN-T dan Asistensi Mengajar UMPalopo ini ada tindak lanjut menyelesaikan masalah sampah dan siap membayar kontribusi sampah asalkan sampah masyarakat dapat diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Menanggapi hal tersebut, Supriadi, S.Pd., M.M., selaku Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu mengakui adanya keterbatasan sarana pengangkutan sampah sehingga untuk wilayah Desa Karang-Karangan belum tersentuh oleh DLH untuk pengangkutan sampah. “Semoga adanya penambahan sarana pengangkutan oleh Pemerintah Kabupaten luwu, Insya Allah Kecamatan Bua, khususnya Desa Karang-Karangan akan diprioritaskan,” tutupnya.

Hadir sebagai pemateri, Wahyu Hidayat, S.T., M.Si., yang juga merupakan Ketua Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UMPalopo membahas tentang adanya nilai ekonomi yang bisa diperoleh jika sampah itu bisa ditangani dan diolah dengan baik. Kemudian pemateri berikutnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu, Wiryadi Dharma, S.E., membahas tentang bagaimana setiap desa bisa mandiri dalam mengelola sampahnya melalui pemanfaatan sampah sebagai sumberdaya baru terbarukan, pengolahan sampah tepat guna dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

Selain masyarakat Desa Karang-Karangan, seminar ini juga dihadiri oleh siswa SMK 11 Luwu serta sejumlah perwakilan perusahaan yang berlokasi di Desa Karang-Karangan seperti PT. Pertamina (persero), Bumi Mineral Sulawesi, Elnusa Petrofin, dan PT. Indomarco.

Leave a Reply