UMPalopo Kunjungi KBRI Paris Bahas Internasionalisasi PendidikanParis

Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Prancis, pada Senin, 11 Mei 2026, sebagai bagian dari langkah penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, delegasi UMPalopo menerima arahan langsung terkait peluang pengembangan pendidikan global bagi dosen dan mahasiswa.


Kunjungan itu disambut oleh Atase Pendidikan KBRI Paris, Assoc. Prof. Dr. oec. HSG Syarifah Hanoum, yang menyampaikan sejumlah peluang kerja sama dan akses pendidikan internasional yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi Indonesia, termasuk UMPalopo.


Dalam pertemuan tersebut, Syarifah Hanoum menjelaskan bahwa pemerintah Prancis memberikan subsidi pendidikan yang cukup besar sehingga biaya pendidikan di negara tersebut relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah negara lain di Eropa.

Ia menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi tidak lagi menjadi kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari pengembangan kualitas sumber daya manusia dan daya saing perguruan tinggi.


Menurut dia, pemerintah Indonesia melalui berbagai program internasionalisasi juga telah membuka akses ke sejumlah negara tujuan pendidikan, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Taiwan, Jepang, hingga Prancis.


“Kalau belum ke Paris, tidak masalah. Bisa mulai dari negara yang lebih dekat. Yang penting kampus memiliki keberanian dan komitmen untuk mendorong mahasiswa serta dosennya belajar di luar negeri,” katanya.


Rektor Universitas Muhammadiyah Palopo, Prof. Dr. H. Suhardi M. Anwar, Drs., M.M., CIQaR., CDM., menyambut positif arahan tersebut. Ia mengatakan bahwa kunjungan ke KBRI Paris menjadi langkah strategis untuk membuka akses global yang lebih luas bagi sivitas akademika UMPalopo.


“UMPalopo ingin memastikan bahwa mahasiswa dan dosen memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di tingkat internasional. Karena itu, kami terus membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi global,” kata Prof. Suhardi.


Ia menjelaskan bahwa internasionalisasi kampus tidak hanya dimaknai sebagai kerja sama formal antarinstansi, tetapi juga harus diwujudkan melalui program konkret yang memberikan dampak langsung terhadap pengembangan akademik.


Menurut Prof. Suhardi, UMPalopo saat ini tengah memperkuat sejumlah agenda strategis, mulai dari peningkatan kerja sama internasional, pengembangan riset, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui jejaring global.


Pihak KBRI Paris juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi dan pengembangan jejaring pendidikan antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi pendidikan di luar negeri.


Syarifah Hanoum menilai kampus-kampus di daerah memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mampu aktif memanfaatkan peluang internasionalisasi yang telah dibuka pemerintah.


Ia juga menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam membangun budaya akademik yang terbuka terhadap kolaborasi lintas negara. Menurut dia, pengalaman internasional akan membantu mahasiswa dan dosen meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperluas perspektif global.


Selain melakukan kunjungan ke KBRI Paris, delegasi UMPalopo juga menjalankan sejumlah agenda penguatan kerja sama internasional di Prancis, termasuk penjajakan kolaborasi akademik dan sains dengan institusi pendidikan di Eropa.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah UMPalopo dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global. Melalui penguatan jejaring internasional, universitas berharap dapat membuka lebih banyak peluang pendidikan, riset, dan pengembangan kompetensi bagi sivitas akademika di masa mendatang.

Penyunting: Aliyah Astari, S.H.Int., M.Hub.Int.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *