
Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo berkolaborasi dengan tim Ayo Stop Stunting (ASS) menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Cegah Stunting dan Inovasi Puding Daun Kelor” di Rumah Gizi Desa Wonorejo Timur, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (5/9/2025).
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan penyampaian materi edukatif oleh mahasiswa KKN-T yang menjelaskan pengertian stunting, penyebabnya, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Dalam paparannya, mahasiswa menekankan pentingnya asupan gizi seimbang dan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah stunting sejak dini.

Selanjutnya, tim Program ASS memberikan materi lanjutan yang membahas strategi pemerintah dalam pencegahan stunting serta langkah praktis yang dapat dilakukan di tingkat keluarga. Tim ini juga menyoroti peran penting orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi hingga pola asuh yang sehat.
Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan bagi bayi, balita, dan anak-anak, mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, serta penilaian status gizi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko stunting di kalangan anak-anak Desa Wonorejo Timur.
Usai sesi edukasi, panitia membagikan makanan bergizi berupa buah, nasi kotak, dan suplemen vitamin kepada peserta. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi pembuatan puding daun kelor, sebuah inovasi pangan lokal yang bergizi tinggi dan disukai anak-anak.

Daun kelor dipilih sebagai bahan utama karena kaya akan protein, zat besi, dan vitamin yang penting bagi pertumbuhan anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama tim ASS menunjukkan bahwa inovasi sederhana dari bahan lokal dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menjaga gizi anak tidak harus mahal. Bahan-bahan lokal seperti daun kelor bisa diolah menjadi makanan sehat dan menarik,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN-T Posko Wonorejo Timur.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendukung upaya menciptakan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Melalui edukasi dan inovasi gizi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola makan seimbang dan termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.






Leave a Reply