Artikel By : Nasriandi, S.Pd., M.Hum
Covid 19: Cara Pencegahan dan Hubungan Sosial Budaya
Dalam beberapa bulan terakhir, dunia dikagetkan dengan munculnya jenis virus yang penyebarannya begitu cepat, virus tersebut dinamakan covid 19 (Corona virus deseas). Virus tersebut pertama kali ditemukan di salah satu wilayah di Tiongkok tepatnya di Wuhan. Siapa saja dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Lalu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona juga berisiko terserang penyakit ini.
Cepatnya penyebaran virus ini membuat Negara-negara di dunia mulai melakuakan berbagai cara preventif atau pencegahan untuk memutus mata rantai virus Covid 19, mulai dari menyuruh masyarakat untuk tinggal di rumah dan menghentikan aktivitas di luar rumah bahkan sampai melakukan lockdown yang melarang masyarakat di dalam wilayah Negara tersebut untuk keluar dan mencegah orang-orang dari luar wilayah tersebut untuk masuk, semua ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 ini, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, dan bagi para ASN dan pekerja untuk melakukan WFH(Work From Home). Tapi pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah cara yang dilakukan dengan menyuruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19?
Secara teori, jika kita membaca cara penyebaran virus covid 19 ini yaitu virus tersebut menular melalui Percikan air liur pengidap (batuk dan bersin), Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi, Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona, Tinja atau feses (jarang terjadi) maka cara preventif dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah yang tentu saja memiliki resiko besar untuk berhubungan dengan orang yang telah terinfeksi, maka cara yang dilakukan oleh pemerintah ini akan cukup efektif untuk memutus penyebaran virus ini, namun yang menjadi masalah adalah masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang dikenal dengan budaya berinteraksi yang tinggi, sehingga sangat sulit untuk menyuruh masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah dan tidak berinteraksi dengan orang lain, berbeda dengan Negara-negara yang kehidupan masyarakatnya cenderung individualis, seperti Amerika Serikat yang tentu cara preventif seperti ini akan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.
Kesadaran masyarakat tentu saja sangat dibutuhkan untuk memuts mata rantai penyebaran virus covid 19 ini, selain itu kerjasama yang baik antara Pemerintah, masyarakat, serta pihak-pihak terkait penanganan covid 19 menjadi cara terbaik untuk keluar dari penyebaran Covid 19 yang begitu sangat menakutkan.
Palopo 7/05/2020
Profil Penulis
Nama : Nasriandi
NIDN : 0923079301
Ttl : Palopo, 23 Juli 1993
Alamat : Jl. Yogie S. Memes, Songka
Pekerjaan : dosen tetap prodi Pendidikan bahasa inggris






Leave a Reply