
PALOPO, 1 Desember 2025 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan dengan turut memeriahkan peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah.
Partisipasi PWK UMPalopo ini diselaraskan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 28 November 2025.

Dalam rangkaian kegiatan Milad, PWK UMPalopo memberikan dua kontribusi utama, yakni:
Pemberian Bibit Pohon Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan mendukung program penghijauan, PWK UMPalopo menyerahkan bibit pohon Ketapang Kencana dan Tabebuya Kuning kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan. Penyerahan bibit ini memiliki makna penting dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.
Serta Penyediaan Doorprize PWK UMPalopo juga berpartisipasi dengan menyediakan doorprize menarik bagi para peserta Pawai Ta’aruf yang menjadi bagian dari kemeriahan Milad ke-113 Muhammadiyah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan semangat kebersamaan.
Komitmen Nyata PWK UMPalopo Ketua Program Studi PWK UMPalopo, Ir. H. Wahyu Hidayat, ST., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral prodi dalam mewujudkan perencanaan wilayah dan kota yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan ekologis.

“Kami merasa bangga dapat berpartisipasi dalam perayaan Milad Muhammadiyah yang ke-113 ini. Penyerahan bibit pohon ini, khususnya, adalah langkah konkret kami untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap kegiatan, sejalan dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia. Kami berharap bibit-bibit ini dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi keindahan serta kualitas udara di Sulawesi Selatan,” ujar Ir. H. Wahyu Hidayat, ST., M.Si.
Aksi ini sekaligus menegaskan komitmen PWK UMPalopo dalam mendukung visi Muhammadiyah sebagai gerakan yang berkontribusi nyata pada pembangunan bangsa, termasuk dalam sektor lingkungan dan sosial.






Leave a Reply