Mahasiswa Farmasi UMPalopo Gelar Workshop Pembuatan Minyak Urut Aromaterapi di Desa Bangun Jaya

Mahasiswa Farmasi UMPalopo Gelar Workshop Pembuatan Minyak Urut Aromaterapi di Desa Bangun Jaya



Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) Angkatan VIII yang tergabung dalam KKN-T Posko 18 berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Bangun Jaya menyelenggarakan Workshop Pembuatan Minyak Urut Berbasis Minyak Atsiri (Aromaterapi) di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan ini menghadirkan apt. Hurria Attas, S.Farm., M.Sc, dosen pembimbing lapangan dari UMPalopo, sebagai pemateri utama. Workshop diikuti oleh para ibu rumah tangga, kader PKK, aparat desa, serta anggota Karang Taruna Desa Bangun Jaya.


Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan cara mengubah bahan alami menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah produk herbal yang aman, bermanfaat, dan memiliki potensi pasar.
Workshop dimulai dengan sesi edukasi mengenai manfaat aromaterapi dan minyak atsiri bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Setelah itu, peserta diajak melakukan praktik langsung mencampurkan minyak pembawa, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun, dengan minyak atsiri pilihan untuk menghasilkan minyak urut alami yang dapat digunakan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, peserta berkesempatan berdiskusi dan bertanya langsung kepada pemateri mengenai pengemasan, penyimpanan, serta peluang pengembangan produk herbal menjadi usaha rumahan.
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan keinginan untuk mengembangkan produk aromaterapi sebagai peluang bisnis lokal berbasis bahan alam.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UMPalopo tidak hanya menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut mendorong kemandirian ekonomi warga desa melalui inovasi produk herbal yang modern dan bernilai jual.
“Pemanfaatan TOGA bukan hanya sebatas konsumsi tradisional, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk modern seperti minyak urut aromaterapi yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus potensi ekonomi,” jelas apt. Hurria Attas dalam sesi pemaparan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat Desa Bangun Jaya diharapkan mampu menjadi lebih kreatif, inovatif, dan mandiri dalam mengolah sumber daya alam sekitar untuk kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *