
Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) melalui Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) menginisiasi kegiatan Sekolah Hijau Produktif di SDN 50 Bulu Datu, Palopo, Senin (28/7/2025). Program ini menghadirkan guru dan siswa sebagai peserta, serta narasumber dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Yayasan Bumi Sawerigading, dan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bara.
Ketua Tim PKM UMPalopo, Ir. Wahyu Hidayat, ST., M.Si., bersama anggota tim Isdayani, B.S.Kom., M.Kom., dan Dr. Muh. Yusuf Qamaruddin, SE., MM., melibatkan pula mahasiswa Diva Naya Calista, Adhitya Rahmat Nurhidayat, dan Ervandi Pratama S. dalam pelaksanaan program. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Fokus utama kegiatan adalah menjawab tiga permasalahan prioritas di sekolah, yakni minimnya pengetahuan warga sekolah dalam pertanian perkotaan, menurunnya antusiasme bercocok tanam, serta kurangnya keterampilan dalam mengelola sampah menjadi pupuk.
“Konsep Sekolah Hijau Produktif tidak hanya mengajarkan warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga melatih mereka berkebun, berkreasi, dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” jelas Wahyu Hidayat.
Warga sekolah memperoleh manfaat nyata dari kegiatan ini, mulai dari meningkatnya kesadaran lingkungan, terbentuknya karakter dan keterampilan baru, hingga terciptanya suasana belajar yang sehat dan kondusif.

Kepala SDN 50 Bulu Datu, Jumina, S.Pd., menyampaikan apresiasinya. “Kami berharap sekolah ini bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. Semoga semangat ini menginspirasi sekolah lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lurah Rampoang, Harumin, S.E., yang menilai kegiatan tersebut sebagai motor penggerak perubahan lingkungan dari akar rumput. “Mendidik anak-anak SD adalah langkah paling efektif untuk memastikan kelestarian lingkungan menjadi budaya masyarakat di masa depan,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMPalopo, Dr. Muh. Yusuf Qamaruddin, SE., MM., yang hadir mewakili Rektor menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami bangga melihat dosen UMPalopo menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” tegasnya.






Leave a Reply