
Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) sukses menyelenggarakan Latihan Gabungan (Latgab) Rayon VII yang mengusung tema “Menantang Jeram”. Kegiatan ini berlangsung pada 4–7 September 2025 berlokasi di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu.
Latihan gabungan ini diikuti oleh 8 organisasi MAPALA yang berasal dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Timur. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadikan kegiatan ini bukan hanya ajang pelatihan teknis, tetapi juga wahana mempererat silaturahmi dan solidaritas antar mahasiswa pecinta alam di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Latgab Rayon VII merupakan agenda rutin yang digelar secara bergilir oleh MAPALA PTMA di wilayah Rayon VII. Dalam setiap periode, kegiatan dilaksanakan dengan tema berbeda, tahun ini, giliran MAPALA UMPalopo yang bertindak sebagai tuan rumah dengan fokus pada divisi arung jeram.

Prosesi pembukaan kegiatan ini berlangsung di lt.4 MCC UMPalopo dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 UMPalopo bidang (AIK), Kerjasama, dan Community Empowerment, Dr. Muh. Yusuf Qamaruddin, S.E., M.M., yang dalam sambutannya turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan pecinta alam tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun mental, spiritual, serta solidaritas.
“MAPALA adalah organisasi kemahasiswaan yang penuh tantangan. Kegiatannya tidak dilakukan di ruang nyaman, melainkan di alam bebas yang penuh risiko, baik di sungai maupun di pegunungan. Dari sinilah mahasiswa belajar ketangguhan, kerja sama, dan kepedulian sosial. UMPalopo mendukung penuh kegiatan ini agar mahasiswa Muhammadiyah dapat tumbuh menjadi insan yang religius, tangguh, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan lintas daerah ini memperlihatkan besarnya jaringan mahasiswa Muhammadiyah di Indonesia. “Anda semua adalah bagian dari komunitas mahasiswa Muhammadiyah terbesar di tanah air. Jaga nilai-nilai Islam dan bawa ciri khas Muhammadiyah dalam setiap aktivitas, agar masyarakat dapat mengenal dan merasakan manfaat kehadiran kita,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina MAPALA, Haedar, S.E., M.M., berpesan agar peserta menjadikan kegiatan ini sebagai media pembelajaran karakter. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, ketaatan pada instruktur, serta menjaga ibadah selama beraktivitas di alam bebas.
“Allah tidak akan bertanya berapa banyak gunung yang sudah anda daki, tetapi apakah anda tetap melaksanakan sholat dan menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap perjalanan. Latihan arung jeram ini adalah kegiatan yang ekstrem, membutuhkan fisik dan mental yang kuat, tetapi yang terpenting adalah sikap disiplin, solidaritas, dan keselamatan bersama,” tuturnya.
Pelepasan peserta ke Lokasi kegiatan dilakukan secara resmi oleh warek 2 bidang Sumber Daya dan Socio-Technopreneur UMPalopo, Prof. Dr. Rahmawati, SE,.M.Si. AK., CA., CSRA., CSRS. Selama empat hari pelaksanaan kegiatan di desa Ilan Batu, peserta mendapatkan berbagai pengalaman teknis maupun nonteknis, mulai dari keterampilan arung jeram, kerja sama tim, hingga pembinaan mental dan spiritual. UMPalopo berharap kegiatan ini mampu mencetak generasi muda Muhammadiyah yang berkarakter, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat juang yang tinggi.

Latihan gabungan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang akan kembali ke kampus masing-masing dengan semangat baru dan pengalaman berharga.






Leave a Reply